- Pengertian Hambatan Komunikasi
Macam-Macam Hambatan Komunikasi
Berdasarkan sifat
hambatan, hambatan komunikasi dibagi menjadi 2 yaitu:
Hambatan Objektif Hambatan Subjektif
Sedangkan kalau
diklasifikasikan hambatan komunikasi meliputi :
Gangguan
Kepentingan
Motivasi
Prasangka
Evasi Komunikasi
Mencacatkan pesan Komunikasi
Namun,
menurut Hafied Cangara, pada dasarnya gangguan komunikasi dibedakan atas 7
macam, yaitu:
a) Gangguan Teknis
b) Gangguan Semantik
c) Gangguan Psikologis
d) Gangguan Fisik
e) Gangguan Status
f) Gangguan Kerangka Berpikir
g) Gangguan Budaya
1. Sifat Hambatan Komunikasi
a) Hambatan Komunikasi Objektif
Hambatan
komunikasi yang bersifat objektif maksudnya adalah hambatan yang terjadi terhadap proses komunikasi yang tidak
disengaja dibuat oleh pihak lain tetapi lebih disebabkan oleh keadaan yang
tidak menguntungkan. Contohnya karena cuaca, kebisingan kalau komunikasi di
tempat ramai, waktu yang tidak tepat, penggunaan media yang keliru, ataupun
karena tidak adanya chemistry antara komunikator dengan komunikan.
b) Hambatan Komunikasi Subjektif
Hambatan komunikasi
yang bersifat Subjektif maksudnya hambatan yang sengaja di buat orang lain
sebagai upaya penentangan, misalnya pertentangan kepentingan, prasangka, tamak,
iri hati, apatisme, dan mencemoohkan komunikasi.
2. Klasifikasi Hambatan Komunikasi
Hambatan komunikasi
diklasifikasikan menjadi:
a) Gangguan (Noises), terdiri dari:
ü Gangguan mekanik
(mechanical/channel noise), yaitu gangguan disebabkan saluran komunikasi atau
kegaduhan yang bersifat fisik.
ü Gangguan semantik (semantic noise),
yaitu bersangkutan dengan pesan komunikasi yang pengertiannya menjadi rusak.
Lebih banyak kekacauan penggunaan bahasa, pengertian suatu istilah atau konsep
terdapat perbedaan antara komunikator dengan komunikan.
ü Gangguan personal (personnel
noise), yaitu bersangkutan dengan kondisi fisik komunikan atau komunikator yang
sedang kelelalahan, rasa lapar, atau sedang ngantuk. Juga kondisi psikologis,
misalnya tidak ada minat, bosan, dan sebagainya.
b) Kepentingan (Interest)
Interest
akan membuat seseorang selektif dalam menanggapi atau menghayati suatu pesan.
Orang akan memperhatikan perangsang yang ada kaitannya dengan kepentingannya.
Kepentingan bukan hanya mempengaruhi perhatian kita tetapi juga menentukan daya
tanggap, perasaan, pikiran, dan tingkah laku yang akan merupakan sikap reaktif
terhadap segala perangsang yang tidak bersesuaian atau bertentangan dengan
suatu kepentingan.
c) Motivasi
Motif
atau daya dorong dalam diri seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan
sesuatu yang sesuai dengan keinginan, kebutuhan dan kekurangannya. Pada umumnya
motif seseorang berbeda-beda jenis maupun intensitas dengan yang lainnya,
termasuk intensitas tanggapan seseorang terhadap suatu komunikasi. Semakin
komunikasi sesuai motivasinya semakin besar kemungkinan komunikasi itu dapat
diterima dengan baik oleh pihak komunikan.
d) Prasangka (Prejudice)
Sikap seseorang
terhadap sesuatu secara umum selalu terdapat dua alternatif like and dislike,
atau pun simpati dan tidak simpati. Dalam sikap negatif (dislike juga tidak
simpati) termasuk prasangka yang akan melahirkan curiga dan menentang
komunikasi. Dalam prasangka emosi memaksa seseorang untuk menarik kesimpulan
atas dasar stereotif (tanpa menggunakan pikiran rasional). Emosi sering
membutakan pikiran dan pandangan terhadap fakta yang nyata, tidak akan berpikir
secara objektif dan segala yang dilihat selalu akan dinilai negatif.
e) Evasi Komunikasi
Evasi komunikasi
adalah gejala mencemoohkan dan mengelakkan suatu komunikasi untuk kemudian
mendiskreditkan atau menyesatkan pesan komunikasi. Menurut E. Cooper dan
M. Johada yang dikutip oleh Onong Uchjana Effendi dalam buku “Ilmu, Teori Dan
Filsafat Komunikasi” menyatakan beberapa jenis evasi : Menyesatkan pengertian
(understanding derailed), contoh : Apabila seorang mahasiswa menyerukan pada
teman-temannya untuk meningkatkan prestasi belajar dengan jalan rajin masuk
kuliah, rajin membaca, dan menghormati dosen. Maka komunikasinya oleh mahasiswa
lain mungkin akan diangggap sebagai usaha mencari muka.
f) Mencacadkan pesan komunikasi
(message made invalid)
Maksudnya
disini adalah adanya kecacatan dalam pesan yang disampaikan oleh komunikan
kepada komunikator.
Contoh : Apabila
seorang siswa A tidak disenangi oleh siswa B, C, D, dan E. Ketika B melihat A
sedang dinasehati guru BP, maka B mengatakan pada C bahwa A sedang dimarahi
Guru BP. C mungkin mengatakan pada D bahwa A sedang dimaki-maki Guru BP. Dan D
mengatakan pada E bahwa A diskor oleh Guru BP.
3.
Upaya Mengatasi Hambatan Komunikasi
Adapun
beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan komunikasi, yaitu:
a) Gunakan umpan balik (feedback)
Setiap orang yang
berbicara memperhatikan umpan balik yang diberikan lawan bicaranya baik bahasa
verbal maupun non verbal, kemudian memberikan penafsiran terhadap umpan balik
itu secara benar.
b) Pahami perbedaan individu atau
kompleksitas individu dengan baik
Setiap individu
merupakan pribadi yang khas yang berbeda baik dari latar belakang psikologis,
sosial, ekonomi, budaya dan pendidikan. Dengan memahami, seseorang dapat
menggunakan taktik yang tepat dalam berkomunikasi.
c) Gunakan komunikasi langsung (face
to face)
Komunikasi langsung
dapat mengatasi hambatan komunikasi karena sifatnya lebih persuasif.
Komunikator dapat memadukan bahasa verbal dan bahasa non verbal. Disamping
kata-kata yang selektif dapat pula digunakan kontak mata, mimik wajah, bahasa
tubuh lainnya dan juga meta-language (isyarat diluar bahasa) yang membuat
komunikasi lebih berdaya guna.
d) Gunakan bahasa yang sederhana dan
mudah
Kosa kata yang
digunakan hendaknya dapat dimengerti dan dipahami jangan menggunakan
istilah-istilah yang sukar dimengerti pendengar. Gunakan pola kalimat sederhana
(kanonik) karena kalimat yang mengandung banyak anak kalimat membuat pesan
sulit dimengerti.