- Teori Abraham Maslow
Kebutuhan Yang Bersifat Fisiologis
Manifestasi kebutuhan ini terlihat dalam tiga hal pokok, sandang, pangan dan papan.
Manifestasi kebutuhan ini terlihat dalam tiga hal pokok, sandang, pangan dan papan.
Kebutuhan ini mengarah kepada rasa keamanan, ketentraman dan jaminan seseorang dalam kedudukannya, jabatannya, wewenangnya dan tanggung jawabnya sebagai karyawan.
Kebutuhan akan kasih sayang dan bersahabat dalam kelompok kerja atau antar kelompok.
Kebutuhan harga diri
Kebutuhan akan kedudukan dan kehormatan yang diterima dalam suatu lingkungan.
Hal ini merupakan kebutuhan untuk
mewujudkan segala kemampuan dan seringkali nampak pada hal-hal yang
sesuai untuk mencapai citra dan cita diri seseorang. Senantiasa percaya pada
diri sendiri.
- Teori McClelland
Menurut McClelland, ada tiga hal yang
melatar belakangi motivasi seseorang, yaitu
Kebutuhan akan prestasi
Kebutuhan seseorang untuk memiliki
pencapaian signifikan, menguasai berbagai keahlian atau memiliki standar yang
tinggi. Hal itu tercapai dengan cara merumuskan tujuan, timbal balik, tanggung
jawab pribadi dan bekerja keras.
Kebutuhan akan kekuasaan
Kebutuhan ini didasari oleh keinginan
seseorang untuk mengatur atau memimpin orang lain. Ini sangat tergantung pada
pengalaman masa kecil, kepribadian, pengalaman kerja dan tipe organisasi.
c Kebutuhan akan afiliasi
Kebutuhan ini adalah kebutuhan yang
didasari oleh keinginan untuk mendapatkan atau menjalankanhubungan yang
baik dengan orang lain. Orang merasa ingin disukai dan diterima oleh
sesamanya. Hal itu tercapai dengan cara bekerja sama dan sosialisasi.
- Teori Douglas McGregor X, Y dan Z
Orang-orang bijak
pernah berkata bahwa ada dua jenis manusia di dunia ini, yaitu orang membedakan
orang lain dalam golongan tertentu dan orang yang sebaliknya. Douglas McGregor
menyajikan nuansa baru dengan mengemukakan dua jenis manajer: manajer teori X
dan manajer teori Y serta Z.
a. Teori X
McGregor mengatakan
bahwa pimpinan dengan teori X memiliki keyakinan semua orang didunia ini pada
dasarnya suka bermalas-malasan yang lebih sukadiberi arahan secara detail
tentang apa yang hrus dilakukan, menghindari tanggung jawab serta memiliki
sedikit ambisi. Mereka tidak layak dipercaya dan harus diawasi terus-menerus
dengan ketat. Mereka mau bekerja demi uang semata. Dua sudut pandang itu
desebut dengan teori X dan Teori Y.
Asumsi-asumsi Teori X sebagi berikut :
· Orang tidak suka dan
mencoba mengindarinya
· Orang lebih suka
diarahkan, untuk mengindari tanggung jawab, untuk memperoleh rasa aman. Mereka
hanya mempunyai sedikit ambisi
· Orang tidak suka
bekerja, sehingga manajer harus mengontrol, mengarahkan, memaksa, dan mengancam
karyawan agar mereka bekerja kearah tujuan-tujuan organisasi.
b. Teori Y
Menurut McGregor,
pimpinan teori Y mempunyai keyakinan yang berlawanan dengan para pimpinan teori
X. Manajer seperti ini berkeyakinan bahwa orang bekerja karena benar-benar menginginkan
sesuatu yang lebih dari sekedar uang semata. Mereka berhak memperoleh
kepercayaan. Mereka mampu mengatur dirinya sendiri. Mereka tidak membutuhkan
orang lain untuk memaksa mereka setiap saat. Seorang pimpinan teori Y
menghargai orang lain dengan keyakinan bahwa mereka dapat bekerja bahkan lebih
dari yang mereka kira sanggup mereka kerjakan. Untuk beberapa pegawai,
khususnya mereka kurang percaya diri atau mereka takut mencoba mengembangkan
sayap, kepercayaan itu dapat menjadi salah satu motivasi yang hebat dan
penghargaan paling membanggakan bagi mereka.
Asumsi-asumsi Teori Y sebagai berikut :
· Orang pada hakikatnya
bukan tidak suka bekerja.
· Orang memiliki
kapasitas untk menjadi inivatif, dalam memecahkan problem-problem organisasi.
· Orang itu cemerlang,
namun, dibawah sebagian besar kondisi perusahaan, potensi mereka menjadi tidak
termanfaatkan
· Orang akan mencari
dan menerima tanggung jawab dibawah kondisi-kondisi yang menguntungkan.
· Orang secara internal
termotivasi untuk mencapai tujuan-tujuan terhadap mana mereka telah
berkomitmen.
c. Teori Z
Pendekatan ini
diusulkan oleh William Ochi (1981), teori Z melihat pengambilan keputusan
kolektif dan tanggung jawab kelompok memberikan dukungan sosial yang diperlukan
bagi tercapainyakinerja puncak. Hal itu terjadi lewat penciptaan rasa aman yang
memungkinkan para karyawan membangkitkan ide-ide baru tanpa takut ditolak atau
gagal.
- Teori Harapan (Expectancy Teory)
Teori ini beragumen bahwa
kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dengan suatu cara tertentu
bergantung pada kekuatan dari suatu pengharapan bahwa tindakan itu akan diikuti
oleh suatu keluaran tertentu dan pada daya tarik dari keluaran tersebut bagi
individu tersebut. Teori pengharapan mengatakan seorang karyawan dimotivasi
untuk menjalankan tingkat upaya yang tinggi bila ia meyakini upaya akan
menghantar ke suatu penilaian kinerja yang baik, suatu penilaian yang baik akan
mendorong ganjaran-ganjaran organisasional, seperti bonus, kenaikan gaji, atau
promosi dan ganjaran itu akan memuaskan tujuan pribadi karyawan tersebut
- Teori Frederick Herzberg
Frederick Hezberg
mengemukakan teori motivasi berdasar teori dua faktor yaitu faktor, higiene dan
motivator. Dia membagi kebutuhan Maslow menjadi dua bagian, yaitu kebutuhan
tingkat rendah (fisik, rasa aman, dan sosial) dan kebutuhan tingkat tinggi
(prestise dan aktualisasi diri) serta mengemukakan bahwa cara terbaik untuk
memotivasi individu adalah dengan memenuhi kebutuhan tingkat tingginya.
Menurut Hezberg,
faktor-faktor seperti kebijakan, administrasi perusahaan dan gaji yang memadai
dalam suatu pekerjaan akan menentramkan karyawan. Bila faktor-faktor ini tidak
memadai maka orang-orang tidak akan terpuaskan.
Menurut hasil
penelitian Herzberg ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam
memotivasi bawahan, yaitu :
· Hal-hal yang
mendorong karyawan adalah pekerjaan yang menantang yang mencakup perasaan
berprestasi, bertanggung jawab, kemajuan, dapat menikmati pekerjaan itu sendiri
dan adanya pengakuan atas semua itu.
· Hal-hal yang
mengecewakan karyawan adalah terutama pada faktor yang bersifat embel-embel
saja dalam pekerjaan, peraturan pekerjaan, penerangan, istirahat dan lain -
lain sejenisnya.
· Karyawan akan kecewa
bila peluang untuk berprestasi terbatas. Mereka akan menjadi sensitif pada
lingkungannya serta mulai mencari-cari kesalahan.
Herzberg
menyatakan bahwa orang dalam melaksanakan pekerjaannya dipengaruhi oleh dua
faktor yang merupakan kebutuhan, yaitu :
a. Maintenance
Factors
Faktor -faktor pemeliharaan yang
berhubungan dengan hakikat manusia yang ingin memperoleh ketentraman badaniah. Kebutuhan
kesehatan ini merupakan kebutuhan yang berlangsung terus-menerus, karena
kebutuhan ini akan kembali pada titik nol setelah dipenuhi.
b. Motivation
Factors
Faktor motivator yang menyangkut
kebutuhan psikologis seseorang yaitu perasaan sempurna dalam melakukan
pekerjaan. Faktor motivasi ini berhubungan dengan penghargaan terhadap pribadi
yang berkaitan langsung dengan pekerjaan.
Penerapan
Teori Dua Faktor Herzberg Dalam Organisasi
Dalam kehidupan
organisasi, pemahaman terhadap motivasi bagi setiap pemimpin sangat penting
artinya, namun motivasi juga dirasakan sebagai sesuatu yang sulit. Hal ini
dikemukakan oleh Wahjosumidjo (1994 : 173) sebagai berikut :
· Motivasi sebagai suatu yang penting (important
subject)
· Motivasi sebagai suatu yang sulit (puzzling
subject)
- Teori Clayton Alderfer
Clayton Alderfer
mengenengahkan teori motivasi ERG yang didasarkan pada kebutuhan manusia akan
keberadaan (exsistence), hubungan (relatedness), dan pertumbuhan
(growth). Teori ini sedikit berbeda dengan teori Maslow. Disini Alfeder
mengemukakan bahwa jika kebutuhan yang lebih tinggi tidak atau belum dapat
dipenuhi maka manusia akan kembali pada gerak yang fleksibel dari pemenuhan
kebutuhan dari waktu ke waktu dan dari situasi ke situasi.