GUNAKAN FLOAT MENU YANG ADA DISEBELAH KIRI UNTUK MENEMUKAN ISI DAN MENU LAINYA BLOG MASIH DALAM PENGERJAAAN SEMOGA ANDA BISA MENGERTI :]ARSIP TERBARU DAN TUGAS BERADA DI SAMPING KIRI ANDA 8) SEARCH LABEL UNTUK MEMPERMUDAH :D

Minggu, 14 Juni 2015

Hal Hal Yang Sering Terjadi Saat Wawancara Kerja

Bagi yang sudah pernah bekerja, proses tes seleksi dan wawancara kerja di sebuah perusahaan tentu tidaklah mengkhawatirkan. Namun, lain cerita jika panggilan tes seleksi dan wawancara tersebut dialami orang yang benar-benar baru pertama kali mengalaminya. mereka akan senagng bercampur bingung karena tidak punya pengalaman sekalipun untuk menghadapi proses wawancara tersebut.

      Nah, berbekal kenyataan seperti itu, di sini penulis akan membantu para pembaca yang baru pertama kali menghadapi wawancara atau pun membantu mereka yang pernah melakukan wawancara namun, selalu mengalami kegagalan. Berkali-kali mengikuti wawancara, namun belum sekalipun sukses, tentu ada masalah saat Anda melakukan wawancara tersebut.

      Ya, masalah yang seringkali dialami saat melakukan wawancara kerja ada bermacam-macam. masalah tersebut biasanya datang dari sikap atau ego yang ada di dalam diri. Sebenarnya masalah tersebut bisa diminimalisir jika sebelum melakukan wawancara Anda mengetahui beberapa sumber masalah tadi.Apa saja sumber masalah yang sering dialami saat melakukan wawancara? Artikel ini akan menjawabnya untuk Anda.

      Ketika menghadapi wawancara kerja, seseorang, terutama yang belum berpengalaman, akan dilanda perasaan yang tidak karuan. Deg-gegan, tidak percaya diri, gugup, dan lain-lain. Namun, tak jarang pula orang yang terlalu percaya diri. Wawancara kerja adalah salah satu ajang pengenalan dan promosi diri Anda pada perusahaan.

      Melalui wawancara, perusahaan akan menilai kemampuan Anda. Apakah Anda layak menjadi karyawan perusahaan tersebut atau tidak. Oleh sebab itu, berhati-hatilah menyiapkan jawaban dan sikap saat wawancara kerja. Jangan sampai kesalahan kecil Anda mengurangi aspek penilaian perusahaan.

Hal yang Harus Dihindari Saat Wawancara

    Karena merasa gugup atau bahkan terlalu percaya diri, seseorang akan melakukan hal-hal tidak perlu yang justru akan menjadi masalah dan mendapatkan nilai negatif dari pewawancara. Ada beberapa hal yang sering mendatangkan masalah yang harus Anda hindari saat melakukan wawancara kerja. Nah, berikut ini adalah 10 hal yang tidak boleh dilakukan saat wawancara kerja.

1. Saat Wawancara Kerja - Jangan Terlalu Percaya Diri

Percaya diri memang boleh. Tapi ingat, ini baru tahap wawancara. Jadi, Anda jangan terlalu percaya diri akan diterima sehingga mengabaikan persyaratan yang harus dipenuhi. Apalagi, jika Anda merasa diperlakukan spesial karena memiliki kenalan orang dalam. Sikap terlalu pede tersebut dapat mendatangkan hal-hal yang tidak baik.

Pewawancara biasanya merupakan TIM dari HRD, tim ini merupakan tim yang dipersiapkan perusahaan untuk menyaring calon karyawannya. Biasanya, tim HRD adalah tim yang diisi oleh orang-orang lulusan psikologi atau hukum. Mereka sangat faham menilai psikologi seseorang walau hanya dilihat dari sikap dan cara Anda melakukan dan menjawab pertanyaan yang diajukan saat wawancara.

2. Saat Wawancara Kerja - Jangan Terlalu Pesimis

Terlalu percaya diri saja yang kesannya positif harus Anda hindari, apalagi sikap pesimis. Bagaimana mungkin pewawancara akan merekomendasikan Anda kepada pihak perusahaan jika selama wawancara Anda hanya menunjukan sikap pesimis.

Ya, Anda jangan terlalu pesimis saat menghadapi wawancara kerja. Tunjukkanlah bahwa Anda masih memiliki harapan dan kemampuan untuk mewujudkan sesuatu, termasuk dalam urusan pekerjaan. Sikap pesimis hanya akan mempercepat Anda menuju kegagalan. Ingat, perusahaan tidak akan tertarik pada orang-orang pesimis.

3. Saat Wawancara Kerja - Jangan Banyak Bertanya

Malu bertanya, sesat di jalan. Peribahasa itu memang benar. Namun, terlalu banyak bertanya juga tidak baik. Apalagi, pertanyaan-pertanyaan sensitif dan bersifat menyinggung. Misalnya, tentang keuangan perusahaan atau prospek perusahaan. Carilah informasi mengenai perusahaan dari internet, mantan karyawan, atau sumber lain, sebelum melakukan wawancara.

Bagi Anda yang baru pertama melakukan wawancara atau yang belum pernah wawancara sama sekali, saat selesai melakukan wawancara biasanya pewawancara akan memberikan kesempatan kepada Anda untuk menanyakan hal-hal yang mungkin masih belum jelas. Manfaatkanlah kesempatan tersebut untuk menanyakan seputar pekerjaan saja, tak lebih. 

4. Saat Wawancara Kerja - Jangan Tidak Bertanya Sama Sekali

Mengajukan banyak pertanyaan adalah salah satu sumber masalah yang menyebabkan Anda gagal dalam proses wawancara. Pun dengan tidak mengajukan pertanyaan sama sekali. Serba salah memang. Namun, itulah yang biasa terjadi selama proses wawancara. Ya, tidak mengajukan pertanyaan sama sekali tidak baik karena proses wawancara akan berlangsung biasa-biasa atau tidak mengesankan.

Hal yang harus Anda lakukan, sebelum menghadap pewawancara, sebaiknya Anda menyiapkan sekitar 3-5 pertanyaan yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar, bukan tentang perusahaan, terlebih yang menyangkut finansial perusahaan. Jika itu Anda lakukan, maka bersiaplah untuk terdepak dari perusahaan tersebut.

5. Saat Wawancara Kerja - Jangan Mematok Harapan Irasional

Bagi orang yang baru lulus, ego untuk mendapatkan gaji yang tinggi memang selalu ada saat wawancara. Misal, karena merasa dirinya adalah seorang sarjana, maka dia akan meminta gaji yang selangit. Jangan sesekali Anda menyatakan patokan gaji atau fasilitas tertentu pada perusahaan tanpa mengukur kelayakan dan kemampuan diri.

Ingat, saat pertama kali melamar ke sebuah perusahaan, Anda adalah orang baru, orang yang belum punya pengalaman. Kalau pun sudah berpengalaman, sebaiknya Anda mencari tahu kebijakan perusahaan yang dilamar. Jika Anda diminta menyebutkan angka, berikanlah interval atau kisaran yang sesuai, misalnya 1-3. Jika tidak diminta, jangan sebutkan gaji yang Anda inginkan.

6. Saat Wawancara Kerja - Jangan Mengeluarkan Pernyataan yang Melemahkan Posisi Tawar

Kecenderungan seseorang saat wawancara kerja adalah menjawab pertanyaan dengan berandai-andai atau pernyataan negatif. Misalnya, saya tidak bisa, saya tidak mau, saya  bisa tetapi…, mungkin saya…, dan pernyataan lain yang sejenis. Gunakan pernyataan yang memperkuat posisi tawar sebagai cara untuk memperlihatkan kesiapan dan kesanggupan Anda.

Untuk setiap pertanyaan yang diajukan pewawancara terkait kesanggupan dan kesiapan Anda dalam bekerja, usahakan untuk selalu menjawabnya dengan positif. Misal saya sanggup, saya siap, saya bersedia, dan jawaban sejenis. 

7. Saat Wawancara Kerja - Jangan Berpakaian atau Mengenakan Aksesoris Berlebihan

Saat hendak melakukan wawancara, sesuaikanlah pakaian atau aksesoris yang dikenakan dengan posisi pekerjaan yang dilamar. Jangan memakai sesuatu yang memang tidak sesuai karena perusahaan tidak menyenangi karyawan yang memiliki gaya hidup terlalu royal. Pun dengan calon karyawan yang seakan tidak memiliki gaya hidup. jadi, usahakanlah agar Anda tampil sederhana, namun masih sesuai dengan perusahaan. Tampil Rapi adalah sebuah kewajiban.

8. Saat Wawancara Kerja - Jangan Menceritakan Masalah Pribadi

Ingat, wawancara kerja adalah ajang promosi kemampuan Anda pada perusahaan. Wawancara kerja bukan ajang curhat. Apalagi, mengharapkan simpati atau menjual masalah pribadi Anda agar diterima kerja. Perusahaan tidak menyukai orang cengeng. Mereka butuh tenaga kerja tangguh dan kompeten.

9. Saat Wawancara Kerja - Jangan Menceritakan Kejelekan Perusahaan Lama

Persiapkan jawaban yang netral sebelum melakukan wawancara kerja agar jawaban Anda tidak melenceng ketika ditanya alasan keluar dari pekerjaan lama. Siapkan jawaban yang tidak menimbulkan pertanyaan baru.

10. Saat Wawancara Kerja - Jangan Berlaku dan Berucap yang Tidak Dewasa

Anda sedang berada dalam tahap pengujian. Jadi, jangan menunjukkan sikap yang tidak patut dan tidak serius. Misalnya, cengengesan saat menjawab pertanyaan atau menanyakan hal-hal kecil yang tidak perlu ditanyakan.

KESALAHAN YANG SERING TERJADI SAAT WAWANCARA KERJA
Tak dapat di pungkiri banyak orang yang grogi dan stres saat menghadapi wawancara kerja.bahkan,banyak yang terlalu takut dan khawatir hingga akhirnya kehilangan ketenangan,kepercayaan diri,dan kesempatan  untuk mendapatkan pekerjaan.
Terdapat 6 kesalahan yang biasanya terjadi saat wawancara kerja:
   1.      Penampilan
Ketika anda baru menjalankan proses wawancara kerja di suatu perusahaan,maka hal pertama yang akan di lihat oleh pihak HRD yaitu penampilan anda. Sepintar apapun anda atau mau mau sebanyak apapun keahlian yang anda miliki, tetaplah penampilan yang akan menjadi nilai utama untuk membuat kesan pertama yang baik saat akan menjalankan proses wawancara kerja.Oleh karena itu, anda harus berusaha untuk menjadi seseorang layaknya orang kantoran , dan tampilah seprofesional mungkin.
   2.      Terlalu banyak bicara tentang gaji
Kesalahan yang sering terjadi saat menjalankan proses wawancara kerja yaitu pelamar tidak bisa mengungkapkan hal apa yang ia inginkan terkait karir di perusahaan yang di lamar. Bukannya mengungkapkan keahlian yang di miliki serta tanggung jawab yang nantinya kaan di tanggung, banyak di antaranya pelamar kerja malah langsung membicarakan perkara gaji.Dan secara tidak  langsung hal ini akan melemahkan kemampuan yang anda miliki jika anda terus menerus membiacarakan perkara gaji yang akan anda peroleh.
   3.      Sikap yang arogan
Tidak sedikit para pelamar kerja yang beranggapan pihak HRD tidaklah terlalu berguna, dan alasan yang mereka berikan karena anda ingin langsung berhadapan dengan supervisor.
Padahal jika memang anda ingin mendapatkan pekerjaan,pihak HRD merupakan orang yang di tunjuk oleh perusahaan untuk mewawancarai anda sebelum anda berhadapan langsung dengan supervisor.Jika selama anda wawancara kerja anda terlihat sangat meremehkan pihak HRD, maka anda akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan.
   4.      Berpura-pura bisa melakukan segalanya salah satu kesalahan umum wawancara adalah ketika calon pekerja mengatakan bahwa ia bisa melakukan dengan baik tugas yang di jelaskan,sekalipun kenyataan nya ia tidak mempuni dalam tugas itu. John Mahony pakar kepegawaian dari kavaliro, sebuah perusahaan jasa perekrutan pegawai yang berbasis di Orlando As,menuturkan bahwa kejujuran adalah kebijakan terbaik.”Dalam kebanyakan kasus,perusahaan mencari individu yang ahli dalam bidang tertentu, “ katanya. Ia menambahkan, jujur dalam wawancara akan menngetahui kekuatan dan kelemahan pencari kerja sehingga bsa di tempatkan di posisi yang tepat.
    5.      Mengabaikan pertanyaan tentang media sosial. Media sosial telah di manfaatkan untuk sejumlah perekrutan karyawan, jangan abaikan pertanyaan ini bahkan juka di tanya mengenai penggunaan media sosial secara pribadi. Sebab, dari situ perusahaan bisa mengetahui bagaimana pengetahuan anda tentang tren terbaru atau memngungkap sisi lain pribadi anda.
    6.      Membawa energi negatif Energi dan perilaku positif akan memberikan banyak manfaat, terutama dalam wawancara kerja. Jika anda menyinggung sebuah pengalaman buruk tentang tempat kerja atau wawancara sebelumnya, perusahaan akan berfikir ribuan kali untuk mengajaka anda bergabung dengan mereka.Selain itu,hindari pula sikap tidak percaya siri saat di wawancara.
    7.      Mengabaikan minat dan hobi sering kali calon pekerja mengabaikan minat dan hobi yang di anggap nya tidak berhubungan dengan pekerjaan  yang akan mereka jalani.Dalam wawancara kerja, jangan ragu menceritakan hobi yang mungkin agak melemceng dengan pekerjaan yang anda lamar. Sebab, hal itu akan menunjukan kemampuan anda lainnya.Misalnya,hobi menulis puisi menunjukan bahwa anda adalah seorang yang kreatif.
    8.      Tak tahu latar belakang perusahaan , banyak pelamar yang sudah mempelajari bagaimana menjawab pertanyaan dasar.Namun,seringkali mereka lupa mencari informasi mengenai profil singkat perusahaan dan latar belakang lainnya.
    9.      Tidak mengajukan pertanyaan di akhir wawancara, pewawancara akan menanyakan apakah ada pertanyaan yang akan disampaikan pelamar.Dalam hal ini,banyak pelamar yang memilih diam agar terlihat mengerti. Namun sesungguhnya memberi pertanyaan tentang pekerja,perusahaan,atau budaya perusahaan akan menunjukan bahwa di pelamar memiliki minat dan motivasi yang besar terhadap pekerjaan.
Sebuah penelitian baru telah di lakukan oleh CareerBuilder menyebutkan bahwa ada beberapa hal lainnya yang juga dapat berpengaruh besar terhadap keberhasilan seseorang dalam menjalankan proses wawancara kerja selain beberapa kesalahan umum lainnya seperti di atas :
Para profesional yang terdiri dari beberapa pihak sumber daya alam CareerBuilder pun menjelaskan, bahwa ada di antaranya beberapa kesalahan yang sangat fatal yang memang sering tidak kita sadari yang bisa membuat seseorang itu mengalami kegagalan dalam proses wawancara kerja dan pada akhirnya mereka gagal dalam mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan. Dan beberapa kesalahan tersebut yaitu sebagai berikut.

  •  Hal sepele yang berakibat fatal juga ketika para pelamar bertanya,’nama perusahaan ini tadi apa ya?’ nah jika anda lupa terkait nama perusahan,sebaiknya anda menghindari untuk menanyakan hal tersebut ketika proses wawancara berlangsung.
  • Ketika pihak perusahaan menelpon anda pelamar menahan panggilan tersebut beberapa menit lamanya, dan setelah melanjutkan percakapan , pelamar malah mengatakan bahwa dirinya telah memiliki acara lain yang bersamaan pada jadwal wawancara berlangsung yang memang telah di tentukan oleh pihak perusahaan.
  • Ketika proses wawancara berlangsung pelamar mengatakan tepat waktu merupakan hal yang paling penting dalam dunia kerja,padahal dirinya sendiri datang tidak tepat waktu.
  • Pelamar tidaklah bersikap secara sopan terhadap orang-orang yang di temuinya di tempat wawancara,padahal sebagian besar dari mereka merupakan orang-orang yang akan mewawancarainya.
  • Ketika proses wawancara berlangsung,pelamar dengan sengaja melepaskan sepatunyaPelamar meminta minuman orang-orang yang berperan sebagai orang yang mewawancarainya 
  • Ketika pelamar mencoret-coret fasilitas gedung tempat wawancara berlangsung Dan hal lainnya yaitu ketika pelamar menyepelekan gaji yang memang di tawarkan oleh perusahaan tersebut.

By Fahmy Amarullah with

    • Popular
    • Categories
    • Archives